Surat Pesanan Narkoba Antar Penghuni Lapas Terungkap Oleh Kalapas
Agustus 9, 2018
Didatangi 3 Ribu Pembesuk, Lapas Lowokwaru Beri 4 Lapis Pengamanan
Agustus 22, 2018
Show all

Napi Lapas Lowokwaru Khataman Al Quran

Sumber : Jawapos

Nuansa Ramadan begitu terasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Lowokwaru, Malang, Jawa Timur (Jatim). Beberapa narapidana (napi) tampak khusyuk membaca Al Quran. Lantunan ayat-ayat suci pun terdengar hingga berbagai penjuru lapas.

Saat salah satu napi membaca Al Quran dengan lantang, napi lainnya menyimak. Mereka duduk berjajar di sebuah aula yang cukup besar dengan meja kayu kecil di depannya. Sementara di sisi kanan dan kirinya dikelilingi sel-sel tahanan berwarna abu-abu.

Ya, para napi itu merupakan santri Pondok Pesantren At-Taubah yang berada di dalam lapas. Mereka sedang melakukan kegiatan tadarusan untuk mengisi waktu luang selama bulan Ramadan. Setiap harinya seusai melaksanakan sahur bersama, mereka melakukan kegiatan-kegiatan ibadah. Mulai dari salat dhuha, pelajaran fiqih, dan tadarus Al Quran.

Setidaknya ada 410 napi yang ada di dalam pesantren tersebut. Selama satu tahun berdirinya pesantren, Lapas Lowokwaru sudah menelurkan beberapa napi yang khatam Al Quran. Bahkan ada juga yang sudah menjadi guru ngaji bagi para napi lainnya.

Salah satunya Roni Kurniawan, 25. Napi kasus narkoba tersebut sudah menjadi guru ngaji bagi napi-napi lainnya. Padahal sebelum masuk lapas dan bergabung dalam pesantren, dirinya mengaku tidak mengenal agama Islam.

Dia masuk pesantren setelah satu tahun ditahan. Roni setidaknya butuh waktu selama kurang lebih 6 bulan untuk belajar Al Quran mulai dari nol. “Saya dapat hidayah. Makanya mau masuk pesantren dan belajar Alquran,” ungkap laki-laki asli Malang itu, Senin (21/5).

Kalapas Lowokwaru Farid Junaedi mengatakan, selama Ramadan pihaknya telah berkomunikasi dengan para kiai se-Malang Raya untuk melaksanakan kegiatan di dalam lapas. “Kegiatan itu sudah kami laksanakan. Tapi pas Ramadan lebih efektif,” terang Farid.

Lapas Lowokwaru bakal menambah jumlah napi santri di dalam pesantren tersebut. Targetnya 1.000 napi santri. Namun untuk masuk menjadi santri harus melewati tes khusus dari pihak lapas. “Melalui assessment. Kami bekerja sama dengan psikolog untuk memberikan pemahaman kepada napi agar mau bergabung ke pesantren,” pungkas Farid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *