USTAD WIJAYANTO HADIRI PENGAJIAN DI LAPAS KLAS I MALANG
Agustus 29, 2018
Kegiatan Evaluasi Kepegawaian Kepada CPNS Lapas Klas I Malang
Agustus 29, 2018
Show all

TABLIGH AKABAR OLEH ABU SANGKAN DI LAPAS KLAS I MALANG

TABLIGH AKABAR OLEH ABU SANGKAN DI LAPAS KLAS I MALANG

        Dalam rangka memupuk mental spiritual bagi warga binaan pemasyarakatan klas I malang, berbagai program pembinaan kemandirian dan kerohanianpun diterapkan dan dilaksanakan di Lapas ini, adanya pondok pesantren At-Taubah di Lapas ini dijadikan rujukan utama untuk memberi pembinaan spiritual dan kerohanian bagi WBP (warga binaan pemasyarakatan,  Bidang kegiatan kerja Warga Binaan Pemasyarakatan atau Narapidana dalam hal ini adalah dengan menciptakan dan membangun “Lapas satu malang menjadi Lapas yang mandiri dan produktif”  Diawali dengan langkah dasar dalam pembentukan mental yaitu dengan sebuah Istighosah akbar dan ceramah agama sebagai siraman rohani bagi WBP dan Tahanan yang beragama islam, hal tersebut adalah wujud nyata dari tekad yang kuat lapas 1 malang  yang berkeinginan menjadikan lapas mandiri dan produktif , karena mustahil bisa menjadikan lapas mandiri dan produktif jika WBP yang sebagai modal dasar untuk menjadikan lapas mandiri dan produktif dalam  kondisi rohani yang “Lemah” dan tingkat stress yang tinggi,  Salah satu obat untuk memperbaiki kondisi “Jiwa atau Rohani” yang lemah tersebut adalah dengan memberikan “ Siraman” rohani yang salah satunya melalui istigosah akbar, ceramah dan pengajian rutin yang sudah lama dilaksanakan di Lapas ini.

Dengan tekad inilah pada Sabtu 07/07/2018  lalu Bpk Farid Junaidi selaku Kalapas Klas I Malang dengan seluruh pejabat dan petugas Lapas Klas I Malang melaksanakan Tabligh Akbar yang dilaksanakan di Masjid At-Taubah dengan menghadirkan Da’i Ust. Abu Sangkan yang menjadi pimpinan pusat Sholat center kota Malang, Tabligh Akbar ini bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai sholat sebagai tiang agama, dalam sambutan Kalapas sendiri beliau menghimbau kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakata untuk senantiasa menjalankan sholat lima waktu,dan untuk memberikan manfaat terhadap para warga binaan dalam kekhusyukan sholat dengan harapan para warga binaan Lapas klas I Malang untuk mencapai pribadi yang bermusyahabah dengan Allah SWT. kegiatan ini lebih banyak membahas tata cara sholat khusyu dalam pelaksanaan. peseta diajak untuk secara langsung merasakan khusyu itu bagaimana bukan diterangkan tentang keadan khusyu itu sendiri. sehingga para warga binaan dapat memperoleh pengalaman spiritual dan diharapkan datang sekali langsung dapat merasakan kekhusyuan tersebut.

Tidak sedikit orang yang mengalami kesulitan untuk khusyuk dalam shalat. Selalu terpikirkan harta, anak, keluarga, bahkan bisnis, dan lain sebagainya. Akibatnya, banyak orang yang shalat hanya sekadar melepaskan kewajiban dan bukan kebutuhan. ”Sebenarnya, shalat khusyuk itu mudah, asal mereka senantiasa sambung dengan Allah,” ujar Abu Sangkan, shalat khusyuk.-Setiap muslim ingin khusyu”, baik dalam ibadah maupun kehidupan. Untuk meraihnya, ada yang berusaha dengan berkonsentrasi, menyatu dengan alam, bahkan mengerjakan shalat dengan waktu yang panjang. Akan tetapi kekhusyu’an tidak kunjung dirasakan. Sesulit itukah untuk mencapai kekhusyu’an?

Dalam ceramah Abu Sangkan menerangkan Khusyu’ adalah hadiah, sehingga tidak akan teraih dengan cara memaksa.  Khusyu’ harus ditunggu kedatangannya dengan sabar, syukur, berserah diri serta tertib. Memang, dengan cara berkonsentrasi, panjangnya waktu shalat, atau berdzikir lama juga dapat membawa hamba abid menuju kekhusyu’an.  Khusyu’ dalam ibadah belum tentu membawa kekhusyu’an dalam kehidupan. Bagi yang berusaha menyatu dengan alam, mereka merasa mendapatkan ketenangan jiwa. Namun, itu  bukan kehidupan yang khusyu’yang sebenarnya. Kekhusyu’an tersebut hanya ditakar dari hitungan dunia. Sedangkan khusyu, memiliki kaitan dengan akhirat.

Pada dasarnya Islam adalah pola hidup yang harus didukung oleh kesadaran tertinggi. Oleh sebab itulah, shalat wajib lima waktu harus dijalankan dengan kesadaran penuh, dan tidak diperbolehkan menutup mata. Bahkan gerakan dan lisan harus senantiasa tetap terjaga oleh niat, arti serta tujuannya, sehingga tidak susut, sebab lalai karena sudah terbiasa atau begitu rutinnya.

Oleh karena itu, seharusnya shalat senantiasa dijalankan dalam kesadaran penuh , tertib secara lisan dan gerakan, tidak kehilangan niat, maksud, tujuan serta melakukannya hanya karena Allah. Begitu pula kala menjalani segala akitivitas kehidupan. Kerjakan karena Allah dengan disertai niat jelas, maksud, tujuannya.  Pola hidup Islami akan membuat umat islam otomatis berdzikir mengingat Allah pada saat berdiri, duduk dan tidur. Dengan begitu, InsyaAllah hadiah khusyu dalam beribadah maupun khusyu dalam keseharian yang didambakan akan kita didapatkan. Imbuh abu sangkan dalam ceramahnya.

Tabliq akbar ustad Abu Sangkan di Masjid At Taubah Lapas klas I Malang,dengan tema Sholat sebagai Tiang Agama, dalam kajiannya ustad abu sangkan lebih banyak membahas bagaimana sholat sebagai sarana mencegah stress, dalam artian bagaimana sholat dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. ketika seseorang tidak stress maka otomatis dia akan tercegah dari kejahatan. orang yang korupsi, pencuri, atau orang yang mudah marah merupakan indikasi bahwa dirinya stress.

Khusyu’ apabila diraih dapat dikenali dengan bebarapa ciri. Mata batin terbuka sehingga menjadi terasa sangat haru kala mengingat Allah, akhirat, surga, Rasulullah, dosa-dosa serta hal lain terkait ruhani manusia. Rasa haru tersebut membuat subjeknya merasa tergores rindu pada hatinya. Meneteslah air mata. Bahkan hingga menangis tersedu-sedu.

Dengan adanya program pembinaan kerohanian seperti inilah diharapkan bisa menumbuhkan rasa cinta pada sang kholiq dan para warga binaan pemasyarakatan bisa menjadi seorang imam bagi keluarga bahkan orang lain disekitarnya.

Video lengkapnya Klik Disini

Dari Lapas Klas I Malang Team Creative Wartapas Melaporkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *