Studi tiru dari Lapas Kelas I Tangerang
Februari 15, 2020
Giat olahraga tenis lapangan bersama dengan “keluarga” yaitu jajaran Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Korwil
Februari 18, 2020
Show all

Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Memperteguh Kebhinekaan dengan tema Merajut Kebangsaan dalam Rangka Memperkokoh Persatuan Bangsa

Malang – Kamis(13/02) Pemerintah Indonesia tak ingin main-main mengatasi masalah ancaman radikalisme. Ini disampaikan Deputi VI Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam Ir. Arief P. Moekiyat, M.T saat menghadiri acara Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Memperteguh Kebhinekaan dengan tema Merajut Kebangsaan dalam Rangka Memperkokoh Persatuan Bangsa di Hotel Atria, Kota Malang.
.
Dikemas santai namun serius, pada pertemuan kali ini, Lapas Kelas I Malang diwakili oleh Ruspriyanto, Kabid Kamtib dan Efendy Yulianto, Kabid Bimbingan Kerja. Diskusi yang dikemas dalam forum dialog menghadirkan empat narasumber. Mereka adalah Abdul Zamil (Kemenag RI), Brigjen Pol Ir Hamli ME (Direktur Pencegahan BNPT), Prof Dr Marjono (Direktur Pascasarjana Universitas Brawijaya), dan Dr H Sukardi (Akademisi Universitas Merdeka)
.
Perwakilan undangan dan pejabat yang hadir juga melakukan Ikrar Persatuan yang dipimpin oleh Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Zainuddin.
.
Ikrar tersebut berbunyi:

  1. Berpegang teguh kepada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Mengaktualisasikan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  3. Menjaga persatuan dalam masyarakat majemuk, agar terciptanya keharmonisan, toleransi, kerukunan dan perdamaian untuk mencapai tujuan nasional.
  4. Meningkatkan harmoni sosial dan moderasi beragama dengan mengajak komponen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
  5. Berpartisipasi aktif dan ikut menjaga suasa kondusif, sebelum dan sesudah pelaksanaan pilkada 2020.

Pembacaan ikrar persatuan diikuti seluruh peserta diskusi kebangsaan yang berjumlah 300 orang dari berbagai unsur, termasuk mahasiswa. Semua sepakat untuk mendukung pemerintah dan bergerak bersama mengatasi ancaman radikalisme dan intoleransi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *