MASKER MOTIF BATIK SHIBORI LAPAS KELAS I MALANG SEBAGAI ALTERNATIF PENANGKAL “CORONA”
Mei 12, 2020
Bersatu melawan Covid-19 dalam program Pengayoman Peduli Jatim memperingati HUT PAS Ke 56
Mei 12, 2020
Show all

LUAR BIASA, L’SIMA KELUARKAN 59 NAPI

Malang – Rabu (01/04) Lapas Kelas I Malang berhasil membebaskan 59 napi dengan maksud memberikan ijin Warga Binaan untuk melaksanakan program asimilasi di rumah masing-masing. Sesuai dengan arahan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly menyatakan narapidana yang memenuhi syarat untuk melaksanakan asimilasi dapat dibebaskan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran virus corona di lembaga pemasyarakatan (lapas). “Ini exercise kami per hari ini pukul 11.00 WIB, SDP (Sistem Database Pemasyarakatan) kami melaporkan sudah dikeluarkan 5.556 warga binaan dengan Permenkumham Nomor 10/2020 dan Keputusan Menkumham,” kata Yasonna dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR yang digelar virtual, Rabu (1/4/2020). Yasonna menjelaskan pelepasan narapidana itu merujuk pada Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020 dan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.
Target Menkumham adalah dapat mengeluarkan dan melepaskan 30.000 hingga 35.000 narapidana.

Tentu bukan sembarangan warga binaan yang mampu mendapatkan keringanan ini. Syarat yang harus dipenuhi bagi narapidana dan anak untuk dapat keluar melalui asimilasi adalah telah menjalani 2/3 masa pidana pada 31 Desember 2020 bagi narapidana dan telah menjalani 1/2 masa pidana pada 31 Desember 2020 bagi anak. Asimilasi tersebut akan dilaksanakan di rumah dan surat keputusan asimilasi diterbitkan oleh kepala lapas, kepala LPKA, dan kepala rutan.

Lapas Malang sendiri masih terus berproses untuk memenuhi hak warga binaan, ” Ada sekitar 600an warga binaan kami yang memenuhi persayatan untuk segera dipulangkan. 59 sudah keluar hari ini, sisanya menyusul. Akhir minggu semua sudah bisa pulang” terang Sukarna, Kasi Registrasi.

L’SIMA PASTI APIK !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *