HADIRI PERTEMUAN DILKUMJAKPOL, L’SIMA PERKUAT KOORDINASI DENGAN APARAT PENEGAK HUKUM LAIN
April 24, 2021
L’Sima Gelar Sholat Ghoib untuk Awak Kapal KRI Nanggala-402
April 26, 2021
Show all

PASCA GEMPA MALANG, BPBD DENGAN L’SIMA BERSINERGI TINJAU LANGSUNG BANGUNAN PONDOK PESANTREN AT-TAUBAH LAPAS KELAS 1 MALANG

Malang – Sabtu (24/04/2021) Penelaah Bahan Kajian Bencana Alam Seksi Logistik Penanggulangan Bencana Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD kota Malang, Kornelia Selviana Ayu dan Wahyu mengunjungi Lapas Kelas I Malang guna meninjau langsung kesiap siagaan penanganan bencana sehubungan dengan pasca gempa bumi Malang. Kesiap siagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna.

Dalam fase ini terdapat peringatan dini yaitu serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada WBP tentang kemungkinan terjadinya bencana.
Kunjungan tersebut berfokus pada Pesantren At-Taubah atau Blok Cenderawasih yang berlantai dua Lapas Klas I Malang dan dipimpin oleh Kabag Tata Usaha dan Kabid Kamtib. Kabid Kamtib, Ruspriyanto mengatakan, “ Pasca gempa ada beberapa retakan di bangunan pesantren mengakibatkan ada rembesan air, bangunan ada yang tidak beres dengan pembuangan air.” Rus berharap, agar permasalahan ini agar segera teratasi dengan baik dan membuat hunian WBP menjadi nyaman, bersih, dan indah ” kata Ruspriyatno.

Kornelia Selviana Ayu berpendapat,” bahwa Blok Cenderawasih yang dimanfaatkan untuk “Pondok Pesantren At-Taubah harus membuat jalur evakuasi gedung, ketika terjadinya bencana, jalur evakuasi merupakan salah satu bentuk upaya tanggap darurat. Tindakan penyelamatan dari segala bencana seperti kebakaran, gempa bumi, dsb.” Semakin cepat waktu evakuasi yang dilakukan, semakin besar jumlah nyawa yang diselamatkan dan begitu juga sebaliknya.
Agar terwujudnya Rehabilitasi bangunan Pondok Pesantren At-Taubah, BPBD harus melaporkan kondisi bangunan di lapangan ke Walikota Malang dan DPUPR ( Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) kota Malang. Hal ini bertujuan untuk Rehabilitasi bangunan yang mengalami kerusakan itu masih layak diperbaiki dan dibangun kembali atau tidak, sehingga tidak menimbulkan dampak yang besar apabila terjadi fenomena alam seperti gempa bumi” tambah Selvi.

(HUMAS LAPAS KELAS I MALANG)
L’SIMA PASTI APIK !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *