KALAPAS MALANG BERIKAN MOTIVASI KEPADA WBP (TAHANAN)
Juli 3, 2021
LAPAS KELAS I MALANG MENGIKUTI ARAHAN PPKM DARURAT OLEH KAKANWIL JAWA TIMUR
Juli 5, 2021
Show all

UNIVERSITAS NEGERI MALANG KAWAL PEMBUATAN P-IRT DAN IZIN HALAL PRODUK WBP LAPAS KELAS I MALANG

Malang – Minggu (04/07/21) Bertempat di unit Kegiatan Kerja Pojok Kuliner Lapas Kelas I Malang, Universitas Negeri Malang sosialisasikan terkait Sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga dan Sertifikasi Halal produk-produk yang ada di Lapas Kelas I Malang.

Sosialisasi ini dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, dihadiri oleh LP2M Universitas Negeri Malang, ICAM Halal Center, dan Kabid Giatja Lapas Kelas I Malang beserta jajarannya.

Asep Sunandar mengatakan “ Lapas harus mempunyai eksistensi untuk tetap konsisten membuat produk yang berguna bagi masyarakat luas, semoga nantinya produk-produk Lapas Malang ini bisa bersaing dengan pasar bebas dan bisa juga dipasarkan ke Koperasi Kampus yang ada di malang,” kata Asep perwakilan dari LP2M UM.

Dengan adannya kerja sama ini mampu mewujudkan tugas dari LP2M UM yaitu sebagai Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat serta mampu membantu para Warga Binaan Pemasyarakatan bersaing setelah mereka kembali kepada masyarakat.

Kalapas Malang berharap, “ dengan adanya kerjasama ini diharapkan produk-produk Lapas Kelas I Malang mendapatkan sertifikasi atau legalitas untuk bersaing di pasar bebas, “ ucap Kalapas, RB Danang Yudiawan.

Sementara itu Mohammad Zakiy Fiddin. Dari Lembaga ICAM Halal Center menambahkan. Zakiy  ikut mengawal proses izin P-IRT dan label halal produk Lapas I Malang.

“Nanti langsung kami kawal terkait dengan proses pengurusan sertifikat halal dan P-IRT. Prosesnya dua sampai tiga bulan,” tutur Zakiy.

Zakiy mengatakan hampir semua produk Lapas Lowokwaru tidak ada yang bermasalah. Hanya saja dia sedikit menyoroti produk sari buah apel.

“Biasanya pada sari apel itu banyak bahan baku dan bahan tambahan, seperti pengawet dan sebagainya. Sebisa mungkin kami telusuri produknya, apakah bahan tambahan itu sudah halal dan aman,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *