TIM PATROLI KESEHATAN LAPAS KELAS I MALANG SIGAP SISIR BLOK HUNIAN WBP
Juli 14, 2021
SAMBUT IDUL ADHA 1442H, KALAPAS KELAS I MALANG GELAR RAPAT
Juli 15, 2021
Show all

DITJENPAS : PEMASYARAKATAN SELALU SIAP DUKUNG UPAYA PERANGI NARKOBA

Malang – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Reynhard Silitonga, menegaskan Pemasyarakatan selalu siap mendukung upaya bangsa dalam memerangi peredaran gelap narkoba. Ini sesuai dengan Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju, yaitu deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, pemberantasan peredaran narkoba di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara, serta sinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH).

Penegasan ini disampaikan Dirjenpas saat menghadiri pemusnahan 3,629 ton barang bukti narkotika jenis metamfetamin (sabu), Selasa (13/7/21). Pemusnahan barang terlarang hasil pengungkapan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tersebut digelar di Lapangan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri dengan menghadirkan 7 dari 23 tersangka.

Sebagai bentuk sinergi APH, pemusnahan barang bukti narkotika ini turut dihadiri Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Kepala Badan Narkotika Nasional, Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kepala Divisi Humas Polri, dan Kepala Satuan Tugas Khusus Merah Putih.

Barang bukti yang dimusnahkan merupakan sitaan dari tiga operasi penggagalan berbeda. Pertama, operasi penggagalan 1,3 ton sabu oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnaskoba) Bareskrim Polri dengan pelaku jaringan Timur Tengah-Indonesia. Pada operasi tersebut, berhasil diamankan 7 tersangka sindikat Aceh-Jakarta-Makassar.

Selanjutnya, operasi penggagalan 1,2 ton sabu oleh Satuan Tugas Khusus Merah Putih dengan pelaku jaringan Timur Tengah-Indonesia. Dari operasi tersebut diamankan 10 tersangka sindikat Aceh-Jakarta.

Terakhir, operasi penggagalan 1,129 ton sabu oleh Diresnarkoba Polda Metro Jaya terhadap jaringan Malaysia-Indonesia. Barang haram tersebut disita dari 6 tersangka sindikat Aceh-Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *