Cara Daftar NPWP Online

Cara Daftar NPWP Online – Sebagai salah satu warga negara yang baik, pastinya kamu sudah tahu kan, kalau setiap individu yang berpenghasilan tetap.

Wajib untuk membayar pajak. Sehubungan dengan pajak, ada yang disebut dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Cara daftar NPWP online jauh lebih praktis daripada cara offline.

Jelas saja, karena kamu nggak perlu datang ke kantor pajak dan antri di depan loket sampai berjam-jam.  Tanpa perlu bermacet-macetan juga di jalan, kamu bisa daftar NPWP cuma dari rumah dan prosesnya sendiri hanya dengan beberapa kali klik. Syarat untuk calon pendaftar juga termasuk nggak ribet kok.

Syarat Daftar NPWP

Syarat Daftar NPWP

Nomor Pokok Wajib Pajak ini mirip kayak NIK kalau di e-KTP, yaitu berfungsi sebagai nomor identitas diri. Jadi, NPWP setiap orang nggak akan pernah sama. Lantas, siapa saja sih yang wajib punya NPWP?

Jawabannya adalah setiap badan usaha dan individu yang sudah berpenghasilan dan sudah memenuhi ketentuan dalam hal jumlah penghasilan atau laba usahanya.

Menurut peraturan yang dibuat oleh Menteri Keuangan Indonesia dengan nomor identitas 101/PMK.010/2016, setiap individu dengan penghasilan minimal Rp 54.000.000 per tahun, atau sekitar Rp 4.500.000 per bulan, sudah punya kewajiban untuk membayar pajak.

Jadi, kalau kebetulan jumlah gaji kamu sekitar Rp 1.000.000 per bulan atau berapapun itu pokoknya di bawah Rp 4.500.000, atau kamu fokus menjadi ibu rumah tangga saja, maka kamu adalah individu yang terbebas dari membayar pajak, jadi nggak perlu mengurus NPWP.

Sedangkan untuk kamu yang sudah mendapat pekerjaan atau membuka usaha, setelah mendapat pemasukan di bulan pertama, kamu sudah bisa mengurus NPWP ya. Lalu, apa saja sih syaratnya?

Simak Juga  Contoh Surat Pernyataan

Kalau kamu adalah individu yang bekerja sebagai karyawan perusahaan, guru, teller bank, atau lainnya, pokoknya kamu bekerja di bawah perusahaan lain dan nggak punya bisnis / usaha atas nama kamu sendiri, maka syaratnya adalah:

  • Fotokopi e-KTP kalau kamu WNI.
  • Fotokopi paspor + KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) atau KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap) kalau kamu WNA.

Kalau kamu adalah pemilik suatu usaha, apapun jenisnya, syaratnya adalah:

  • Fotokopi e-KTP untuk WNI, ditambah surat yang menyatakan kalau kamu adalah pemilik usaha lengkap dengan tanda tangan di atas materai dan bukti pembayaran listrik tempat usaha.
  • Fotokopi paspor + KITAS atau KITAP untuk WNA + fotokopi dokumen izin usaha dari instansi / pihak yang berwenang di tempat kamu mendirikan usaha (misalnya lurah) + bukti pembayaran listrik tempat usaha.

Nah, buat kamu yang seorang wanita sudah menikah, berpenghasilan lebih dari Rp 4.500.000 per bulan, dan ingin membayar pajaknya terpisah dari suami, maka syaratnya beda lagi nih, yaitu:

  • Fotokopi e-KTP untuk WNI, dan fotokopi paspor + KITAS / KITAP kalau kamu WNA.
  • Fotokopi kartu pajak milik suami (kalau dalam hal ini yang WNA adalah suami kamu, maka kamu juga harus menyertakan fotokopi dokumen perpajakan dari negara asal suami kamu).
  • Fotokopi kartu keluarga.
  • Fotokopi surat perjanjian yang isinya adalah kesepakatan bahwa kamu dan suami akan membayar pajak sendiri-sendiri. Surat ini harus bermaterai dan ada tanda tangan kamu dan suami.

Sedangkan syarat untuk perusahaan / badan usaha di industri hulu minyak, gas bumi, atau perusahaan lain sejenis yang sistem keuangannya berorientasi pada profit, baik sebagai perusahaan tetap, operator, ataupun kontraktor, maka syarat-syaratnya adalah:

  • Fotokopi surat jaminan dari lurah tempat perusahaan tersebut didirikan.
  • Fotokopi surat izin usaha dari instansi yang berwenang.
  • Bukti pembayaran listrik perusahaan.
  • Kalau perusahaan didirikan dan dijalankan oleh WNI, maka harus menyertakan fotokopi akta kepemilikan perusahaan.
  • Kalau perusahaan adalah cabang yang dijalankan oleh WNA, dan perusahaan pusatnya ada di luar negeri, maka harus ada surat keterangan dari kantor pusat luar negeri.
  • Fotokopi NPWP dari salah satu pengurus perusahaan dengan jabatan eksekutif untuk perusahaan cabang luar negeri yang ada di Indonesia.
  • Fotokopi paspor + KITAS/KITAP kalau perusahaan cabang tersebut dijalankan oleh WNA.
Simak Juga  Cara Mengurus Surat Cerai

Syarat daftar NPWP untuk badan usaha / perusahaan non-profit juga beda lagi nih. Syaratnya lebih sedikit seperti berikut:

  • Bukti pembayaran listrik perusahaan
  • Fotokopi surat izin usaha.
  • Fotokopi e-KTP milik salah satu pengurus perusahaan, diutamakan dengan jabatan tertinggi.
  • Surat keterangan domisili dari RW atau RW pemilik KTP.

Cara Daftar NPWP Online

Tergantung dengan jenis pekerjaan kamu, ternyata syarat daftar NPWP bisa beda-beda ya. Tapi untuk cara daftarnya sama semua kok, apapun jenis pekerjaan kamu, berapapun usia kamu, dan di kota manapun kamu tinggal di negeri ini. Inilah langkah-langkahnya dibagi menjadi empat poin:

1. Daftar Akun

  • Buka https://ereg.pajak.go.id/login dari browser gadget kamu.
  • Klik tulisan Daftar warna biru yang ada di sebelah kanan tulisan Belum punya akun?

Klik tulisan Daftar warna biru yang ada di sebelah kanan tulisan Belum punya akun

  • Tulis alamat email yang masih kamu gunakan > isi captcha yang muncul di layar > klik tombol
  • Buka email dan cek kotak masuk atau kotak spam, cari email dari Direktorat Jenderal Pajak, dan klik link verifikasi warna biru.
  • Isi data yang dibutuhkan, mulai dari jenis WP (orang pribadi atau badan usaha), nama lengkap sesuai KTP, nomor hp aktif, buat password, dan pilih pertanyaan keamanan akun + jawabannya. Isi juga kolom captcha dan klik

Isi data yang dibutuhkan, mulai dari jenis WP (orang

2. Kirim Form Online dan Cetak

  • Akan muncul preview data yang sudah kamu isi di tampilan berikutnya, cek dan pastikan semua data sudah terisi dengan benar, jelas, dan lengkap, lalu klik Kirim Formulir Pendaftaran.

Akan muncul preview data yang sudah kamu isi di

  • Kalau pendaftaran berhasil, akan muncul tulisan Terdaftar Sementara di layar kamu lengkap dengan preview form online kamu.
  • Sekarang cetak formulir tersebut dan tanda tangani.
  • Satukan formulir ini dengan berkas-berkas lain yang sudah kamu siapkan sesuai syarat di atas tadi ke dalam satu amplop coklat dan jika perlu beri paper clip untuk memastikan nggak ada berkas yang akan tercecer dan juga supaya lebih rapi.
Simak Juga  Contoh Surat Peringatan

3. Kirim Formulir Fisik

Kirim Formulir Fisik

Berkas-berkas fisik yang sudah kamu kumpulkan harus dikirim ke kantor pajak atau kantor penyuluhan pajak setempat. Jangan khawatir, waktu pengirimannya fleksibel kok. Jadi kamu nggak harus mengirimkan di hari yang sama, karena batas pengirimannya sampai 14 hari terhitung sejak kamu mendaftar online tadi.

Nah, kalau kamu nggak mau repot datang ke kantor pajak, berkasnya juga boleh dikirim oleh orang lain yang menjadi perwakilan kamu lho, bahkan juga bisa lewat pos.

Kalau masih nggak mau juga, maka kamu bisa scan saja berkas-berkas kamu, lalu kirim ke kantor pajak secara online lewat website yang sama dengan kamu daftar tadi.

4. Tunggu dan Ambil Kartu Fisik

Tunggu dan Ambil Kartu Fisik

Setelah dokumen dikirim, kamu cuma perlu menunggu kantor pajak memproses pendaftaran kamu. Harap bersabar ya, karena proses ini nggak akan langsung selesai dalam 1 hari, karena yang mendaftar NPWP pastinya bukan kamu seorang.

Kalau prosesnya sudah selesai, kamu nanti akan diberitahu lewat email atau bisa juga dengan rajin cek history pendaftaran di website Dirjen Pajak tadi. Setelahnya, kamu harus datang langsung ke kantor pajak untuk mengambil kartu fisik NPWP, dan nggak boleh diwakilkan.

Cara daftar NPWP online termasuk cepat dan mudah, kan? Kalau sudah paham langkah-langkah lapaskelas1malang.id di atas, yuk bikin NPWP segera. Dengan daftar NPWP dan rajin bayar pajak, kamu akan sangat membantu perekonomian negara lho.