Cara Mengisi SPT Online

Cara Mengisi SPT Online – SPT mungkin menjadi salah satu istilah yang sudah sering kamu dengar tapi kamu belum tahu apa artinya. Istilah ini erat banget hubungannya sama perpajakan. Sebagai salah satu warga digital yang hidup di era serba online kayak sekarang, kamu harus tahu lho gimana cara mengisi SPT online.

Sebagai salah satu warga negara yang baik, pasti kamu sudah tahu dong, kalau membayar pajak adalah kewajiban setiap warga negara. Jenis pajak sendiri ada banyak mulai dari pajak bumi dan bangunan sampai dengan pajak pendapatan. Berkaitan dengan pajak, ada yang disebut dengan SPT tadi.

Pengertian SPT

Surat Pemberitahuan Tahunan atau biasa disingkat SPT, dan dikenal dengan Annual Tax Return kalau dalam bahasa Inggris, adalah sebuah formulir yang diajukan ke otoritas pajak untuk melaporkan pendapatan, pengeluaran, dan informasi terkait lain seperti harta, objek pajak, dan sebagainya.

Pihak yang mengisi dan mengirim formulir ini dikenal dengan sebutan Wajib Pajak, atau biasa disingkat WP. Nah, Wajib Pajak sendiri dibagi lagi menjadi dua kelompok nih, yaitu:

1. WP OP (Wajib Pajak Orang Pribadi)

WP OP (Wajib Pajak Orang Pribadi)

WP OP adalah setiap warga negara berusia lebih dari 17 tahun yang sudah punya identitas diri resmi dan punya penghasilan, yang didapat dengan bekerja pada pihak lain (perusahaan) atau dari usaha yang dijalankannya.

2. WP Badan (Wajib Pajak Badan)

WP Badan (Wajib Pajak Badan)

WP Badan adalah pihak yang punya kewajiban perpajakan sebagai pemotong dan/atau pemungut pajak dan pembayar pajak, termasuk badan usaha tetap, kontraktor, dan operator di bidang usaha hulu gas bumi dan minyak.

Sebagian besar negara termasuk Indonesia mewajibkan setiap WP untuk lapor pajak setiap satu tahun sekali. Pelaporannya sendiri ada beberapa cara, yaitu:

  • Datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) setempat.
  • Kirim berkas laporan lewat pos atau jasa ekspedisi lain.
  • Lapor secara online lewat mitra DJP yaitu PJAP, lewat situs resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP), atau lewat klikpajak.id yang merupakan agen pajak resmi di bawah pengawasan DJP.
Simak Juga  Pengertian Surat Dinas

Sebelum internet menyebar luas ke Indonesia kayak sekarang, formulir SPT cuma bisa didapat oleh para Wajib Pajak dengan datang langsung ke KPP atau KP2KP.

Tapi dalam beberapa tahun terakhir, formulir ini sudah tersedia secara online untuk selanjutnya diisi dan dikirim secara online juga, makanya disebut SPT online.

Jenis Formulir SPT

Supaya nantinya kamu nggak bingung, kamu perlu tahu kalau formulir SPT terbagi jadi tiga jenis berikut:

1. Formulir 1770 SS

Formulir 1770 SS-2

Kalau total pendapatan kamu dalam satu tahun di bawah Rp 60.000.000, dan pendapatan ini kamu dapat dengan bekerja pada pihak lain secara legal alias ada kontrak (bukan dari bisnis yang kamu jalankan sendiri), maka kamu bisa pilih formulir dengan kode 1770 S.

2. Formulir 1770 S

Formulir 1770 S

Kalau pendapatan kamu udah di atas Rp 60.000.000 dalam setahun dan uang ini kamu dapat dengan bekerja di bawah perusahaan lain, maka formulir dengan kode 1770 S bisa kamu gunakan.

3. Formulir 1770

Formulir 1770

Formulir 1770 bisa kamu pilih kalau kamu punya pendapatan di bawah atau di atas Rp 60.000.000 per tahun dengan menjalankan bisnis pribadi, atau kamu adalah individu yang punya keahlian tertentu tapi nggak punya ikatan kerja sama perusahaan lain, misalnya dokter yang buka praktek, notaris, penulis, dll.

Cara Mengisi SPT Online

Secara keseluruhan, langkah-langkah di bawah ini sebenarnya nggak susah tapi kamu harus teliti dan berhati-hati. Pastikan kamu lagi benar-benar senggang saat mengisinya supaya kamu nggak buru-buru. Inilah langkah-langkahnya:

  • Siapkan Dokumen Pendukung

Sebelum mulai membuka situs apapun atau mengisi data apapun, siapkan dulu dokumen pendukung yang diperlukan supaya nantinya kamu cuma perlu duduk fokus di depan laptop dan nggak perlu mondar-mandir mencari atau menyiapkan dokumen.

Simak Juga  Cara Daftar NPWP Online

Ohiya, sebaiknya kamu mengisi SPT online dengan laptop atau PC ya. Kalau menggunakan smartphone sepertinya akan lebih kerepotan dan kurang nyaman karena tampilan layar yang kecil membuat tampilan form nggak full dan dengan tulisan yang mungil. Adapun dokumen yang harus kamu siapkan tadi adalah:

  • Daftar penghasilan kamu.
  • Jumlah dan anggota keluarga yang menjadi tanggungan kamu.
  • Bukti sumbangan atau pembayaran zakat.
  • Daftar harta yang kamu punya, misalnya buku tabungan, sertifikat bangunan dan/atau tanah, dll.
  • Bukti potong pajak / pemungutan PPh.

Terkait dokumen terakhir, bukti potong pajak adalah satu lembar kertas mirip formulir yang menjadi bukti kalau kamu sudah melunasi pajak yang terutang secara sah. Bukti potong pajak ini cuma bisa kamu dapat dari perusahaan / lembaga tempat kamu bekerja.

Kalau kamu adalah seorang karyawan swasta, maka bukti potong ini punya kode 1721 A1 di sudut kanan atas, sedangkan untuk kamu yang pegawai negeri, formulirnya berkode 1721 A2. Ada juga bukti potong dengan kode 1721 VII khusus untuk pemotongan PPh 21 Final / Pajak Final.

Catatan: semua dokumen tadi harus sudah di scan dan tersimpan di laptop / PC kamu.

Buka https djponline pajak go id account login

  • Pilih menu bernama e-Filing, dan klik Buat SPT.
  • Halaman berikutnya akan menampilkan beberapa pertanyaan sederhana terkait jumlah dan sumber pendapatan untuk selanjutnya situs memilih jenis formulir mana yang tepat untuk kamu.
  • Setelah dipilihkan jenis form, misalnya form kamu 1770 S, klik SPT 1770 S dengan panduan kalau ini adalah kali pertama kamu melapor SPT.
Simak Juga  Cara Daftar EFIN

Setelah dipilihkan jenis form, misalnya form kamu 1770 S, klik SPT 1770 S dengan panduan

  • Selanjutnya akan muncul form e-Filing 1770 S yang lembar pertamanya berisi tahun pajak dan status SPT. Buat kamu yang baru pertama lapor SPT, pilih Normal di sebelah kolom Status SPT, lalu klik tombol
  • Halaman berikutnya akan meminta kamu memasukkan bukti potong pajak dengan klik tombol Tambah+ yang ada di pojok kanan atas, lalu isi detailnya (nama kamu, NPWP, nomor dan tanggal pemotongan, jumlah dan jenis pemotongan, dll., lalu klik Berikutnya.
  • Isi NPWP perusahaan tempat kamu kerja dan detail lain mirip seperti yang ada di dalam tanda kurung di atas tadi, klik tombol Simpan, dan ringkasan pemotongan pajak akan muncul di layar, lalu klik
  • Kalau kamu punya pemasukan lain selain dari perusahaan, isi di bagian Penghasilan dalam negeri lainnya, dan klik

Kalau kamu punya pemasukan lain selain dari perusahaan, isi di bagian Penghasilan dalam negeri lainnya, dan klik

  • Masukan daftar harta dan bukti dokumennya dengan klik Tambah+, lalu klik
  • Masukan daftar utang kalau kamu punya (misalnya sisa kredit motor atau rumah) bersama dengan bukti dokumennya.
  • Isi jumlah dan daftar nama tanggungan kamu dan sertakan data diri mereka, lalu klik
  • Isi sumbangan atau zakat yang rutin kamu baya lewat lembaga resmi + buktinya, dan klik
  • Halaman selanjutnya akan menampilkan perhitungan PPh kamu. Cek dengan teliti apakah sudah benar, dan klik
  • Akan muncul ringkasan data-data kamu dan muncul pop-up notif yang menanyakan kemana kode verifikasi akan dikirim. Pilih salah satu dari Email atau Nomor hp. Masukkan kode yang kamu terima dan klik Kirim SPT.

SPT merupakan kewajiban setiap individu yang sudah punya gaji. Begitu juga dengan badan perusahaan. Kamu bisa ikuti cara mengisi SPT online di atas kalau ini pertama kalinya kamu melapor SPT.

Akhir Kata

Demikianlah yang dapat lapaskelas1malang.id jelaskan mengenai bagaimana cara mengisi SPT online dengan mudah dan cepat secara benar. Semoga apa yang dapat kami sampaikan bisa bermanfaat. Terimakasih.