Cara Mengurus Surat Cerai

Cara Mengurus Surat Cerai – Sama seperti bertemu dan berpisah yang merupakan dua kata berbeda tapi sepasang, pernikahan dan perceraian juga serupa.

Meski tak ada satupun pasangan yang menginginkan perceraian, tapi kadang ini dianggap satu-satunya jalan keluar atau cara terbaik. Lantas, gimana cara mengurus surat cerai?

Katanya, mengurus perceraian jauh lebih rumit dan dengan proses lebih panjang kalau dibanding mengurus pernikahan. Benarkah demikian? Nah, untuk penjelasan lebih lengkapnya simak penjelasan lapaskelas1malang.id berikut ini.

Cara Mengurus Surat Cerai

Kalau perceraian adalah keputusan terbaik menurut kamu dan pasangan, yang sudah didiskusikan bersama, dipertimbangkan dengan matang, dan sudah siap dengan segala konsekuensi di kemudian hari, maka langkah selanjutnya adalah mencari tahu seperti apa proses mengurus surat cerai.

Jadi nantinya, kamu nggak akan bingung lagi saat sudah di Pengadilan Agama (kalau kamu adalah Muslim) atau di Pengadilan Negeri (kalau kamu adalah non-Muslim) dan juga sudah punya gambaran berapa banyak biaya yang perlu disiapkan. Inilah langkah-langkah mengurus surat cerai di Indonesia:

1. Siapkan Dokumen

Logo Tanya Hukum

Sama seperti saat kamu akan menikah dulu, mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama / Negeri juga membutuhkan sejumlah dokumen yang terdiri dari:

  • Surat nikah asli dan 1 lembar fotokopinya (kamu bisa langsung fotokopi lebih dari 1 lembar untuk berjaga-jaga kalau misalnya nanti dibutuhkan lebih banyak).
  • Fotokopi kartu identitas diri kamu dan pasangan (diutamakan KTP, tapi kalau pasangan kamu adalah WNA maka identitasnya bisa paspor dan KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) atau KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap).
  • Fotokopi kartu keluarga.
  • Surat pengantar dari RT / RW / desa / kelurahan tempat kamu dan pasangan tinggal selama ini.
  • Siapkan materai sendiri supaya lebih hemat biaya, karena bisanya kalau kamu beli di Pengadilan Agama, ada kemungkinan harganya lebih mahal.
  • Kalau kamu dan pasangan sudah punya anak (kandung ataupun yang diadopsi secara legal), maka kamu juga wajib menyertakan akte kelahiran anak tapi fotokopinya saja.
  • Lalu kalau kamu juga sekalian ingin membagi harta gono gini, maka kamu juga perlu melampirkan sejumlah dokumen terkait harta tersebut misalnya STNK, BPKB, sertifikat tanah atau bangunan, mungkin juga surat kepemilikan emas batangan, atau lainnya.
Simak Juga  Cara Daftar EFIN

2. Surat Keterangan Alasan Bercerai

Surat Keterangan Alasan Bercerai

Kalau dalam hal ini kamu adalah penggugat / istri, maka saat masih di rumah sambil menyiapkan dokumen-dokumen tadi, kamu bisa sekalian membuat surat pernyataan berisi alasan kenapa kamu ingin berpisah dari suami.

Tapi bukan sekedar menuliskan alasan ya, kamu juga perlu untuk menuliskan kronologis permasalahan yang ada di rumah tangga kamu dan pasangan, apakah karena kekerasan verbal atau fisik, masalah keuangan, perselingkuhan, mungkin juga karena sering cekcok dengan mertua atau ipar, atau lainnya.

Apapun alasan dari perceraian tersebut, kamu harus menuliskannya secara jelas, detail, lengkap, dan lebih bagus lagi kalau ada bukti-bukti yang jelas. Misalnya alasan bercerai karena KDRT, maka kamu bisa sertakan bukti visum, video, rekaman suara, atau lainnya.

Tapi ingat, surat keterangan ini nggak boleh direkayasa ya, jadi jangan menambah cerita yang sebenarnya nggak pernah ada, karena kalau terbukti kamu berbohong, malah nantinya kamu yang akan kena tindak pidana dan diberi sanksi.

Tapi, kamu juga nggak boleh mengurangi cerita, jadi jangan ada satupun yang ditutup-tutupi misalnya karena malu, gengsi, atau alasan lain apapun.

Karena kalau dalam kasus ini suami kamu menolak untuk berpisah misal, dan kamu sengaja menyembunyikan sesuatu (misalnya menyembunyikan bukti, cerita kamu kurang lengkap, dll.) maka nantinya malah gugatan kamu nggak diterima sama pengadilan dan akhirnya gagal bercerai.

Fungsi dari surat ini sendiri adalah untuk memperpendek proses perceraian kamu. Jadi sebenarnya dengan bermodalkan dokumen-dokumen di atas tadi, kamu sudah bisa langsung datang ke pengadilan dan mengajukan gugatan, tapi pada akhirnya kamu nanti tetap diminta pengadilan untuk membuat surat ini.

Jadi akan lebih hemat waktu kalau kamu sudah membuatnya lebih dulu saat masih di rumah, kan? Selain itu, kronologis permasalahan ini juga akan membuat hakim lebih mudah memahami mengapa kamu ingin menyudahi pernikahan, sehingga hakim bisa cepat mengambil keputusan.

Simak Juga  Contoh Surat Pernyataan

3. Siapkan Surat Gugatan

Siapkan Surat Gugatan

Sebagai pihak istri yang mengajukan perceraian, kamu juga harus menyiapkan surat gugatan yang biasanya berisi petitum (tuntutan hukum), ringkasan alasan kenapa ingin bercerai, dan identitas diri seperti nama lengkap, NIK, tempat tanggal lahir, alamat, nomor hp masing-masing, dll.

4. Siapkan Biaya Perceraian

Siapkan Biaya Perceraian

Meski menyakitkan, bercerai tetap ada biayanya lho, jadi meskipun suasana hati lagi sedih banget, kamu tetap harus punya sejumlah uang untuk membiayai proses perceraian. Kalau dalam hal ini kamu adalah pihak penggugat, maka biaya cerai akan dibebankan oleh pengadilan kepada kamu.

Tapi kalau misalnya pihak tergugat (suami) nggak pernah menanggapi surat dari pengadilan alias kalau dipanggil nggak pernah datang, maka ada kemungkinan juga kalau pihak tergugat malah akan diberi biaya lebih besar oleh pengadilan.

Jumlah dari biaya cerainya sendiri bisa beda-beda nih di setiap kota, dan tergantung juga kebijakan dari masing-masing Pengadilan Agama / Negeri. Tapi biasanya, biayanya sekitar Rp 500.000 – Rp 700.000 kalau tanpa pengacara.

Biaya ini dipakai untuk pendaftaran gugatan, biaya redaksi, biaya sidang, dll. Tapi kalau kamu menggunakan jasa pengacara, biayanya bisa Rp 10.000.000 – Rp 60.000.000 tergantung beratnya kasus (harga di Jakarta).

Lalu kalau terjadi banding, biayanya bakal nambah lagi nih, sekitar Rp 25.000.000, dan kalau masih lanjut kasasi (di Mahkamah Agung), ada tambahan biaya lagi sekitar Rp 15.000.000.

5. Siapkan Saksi

Siapkan Saksi

Apapun alasan berpisah yang sudah kamu tulis dalam pernyataan kronologis tadi, bahkan seringan apapun alasannya, kamu tetap harus menyiapkan saksi.

Kalau nggak ada saksi, maka pengadilan nggak akan menyetujui gugatan kamu. Tapi, saksi ini nggak perlu kamu ajak mondar-mandir ke pengadilan kok, cukup minta ia datang satu kali saat hari sidang perceraian digelar.

Simak Juga  Syarat Memperpanjang SKCK

6. Daftarkan Gugatan

Daftarkan Gugatan

Kalau semua dokumen sudah lengkap, biaya dan saksi juga sudah siap, sekarang kamu bisa langsung datang ke Pengadilan Agama / Negeri yang ada di kota tempat tergugat (suami) tinggal.

Misalnya kamu dan suami sudah pisah rumah dan kamu saat ini ada di rumah orang tua di Bogor, tapi suami kamu tinggal di Jakarta, maka kamu harus mengurus perceraian di Jakarta.

7. Tunggu Panggilan dan Hadiri Sidang

Tunggu Panggilan dan Hadiri Sidang

Setelah mendaftar dan menyetorkan berkas, sekarang kamu hanya perlu menunggu arahan dari pengadilan.

Kamu dan suami bisa dipanggil untuk mediasi sebelum sidang putusan dilaksanakan, tapi juga bisa tanpa mediasi dan bahkan hakim langsung memutuskan perceraian tergantung alasan perceraian dan bukti yang sudah kamu tulis tadi.

Kalau alasan kamu kuat, dan suami nggak datang saat sidang misal, biasanya hakim malah langsung memutuskan untuk kalian bercerai, lalu pengadilan akan mengeluarkan akta cerai.

Kalau berdasarkan penjelasan di atas, ternyata syarat dan cara mengurus surat cerai nggak begitu ribet. Tapi, prosesnya bisa panjang karena biasanya kamu dan pasangan akan dipanggil sebanyak 3 kali dulu sampai akhirnya ada sidang, dan secara keseluruhan, proses cerai bisa memakan waktu sampai 6 bulan.